Posts

Showing posts from December, 2021

Sepucuk Rindu untuk Bapak

Klaten, 27 Desember 2017 Ketika aku sedang terbang mencari tujuan Sayapku yang satu patah Rasanya ngilu ketika aku terbang hanya dengan satu sayap Rasanya ingin tinggal di sarang saja Dan melupakan kehidupan yang masih panjang ini Tapi ada satu sayap yang harus kubawa terbang tinggi Menyusuri luasnya langit Ah... Mataku tak kuat untuk tak ikut campur Dia melelehkan air bening dari pelupuk mata puisi ini dibuat ketika Bapak kembali ke haribaanNya, meninggalkan beribu luka dan kenangan, yang tentunya tak akan pernah terganti sampai kapanpun.