Posts

Showing posts from August, 2022

Luar Negeri (1)

Sebenarnya sudah lama ingin sekali nulis untuk berbagi cerita tapi qadarullah baru sekarang menyempatkan diri untuk menulis. Orang yang kenal saya sejak kuliah baik yang dekat atau hanya sekilas pasti sangat paham betapa diri ini sangat ambisius untuk ke luar negeri. Tidak ada satupun yang bertanya kenapa saya begitu, pun juga saya tidak berminat menceritakannya. Kenapa? Karena yaaa apa manfaatnya 😅. Tapi kali ini beda cerita, karena saya akan sedikit membongkar resep dapur yang mungkin banyak orang penasaran namun hanya mampu bertanya dalam hati atau pun hanya rasan-rasan dengan rekan sejawat. Kalau membicarakan mengenai ambisi ke luar negeri, rasanya seperti menceritakan sebuah sejarah. Kenapa? Karena ambisi ini adalah akumulasi keinginan yang belum tercapai bertahun-tahun lamanya. Saya terfikir untuk ke luar negeri sejak 2007. Ketika masih di bangku sekolah dasar dengan polosnya bermimpi bertemu pangeran impian sambil bertanya "kamu selama ini kemana?" Dijawablah dengan l...

Kontemplasi Al Faqir

 Menjadi Istri dan Ibu. Kemarin aku menulis sebuah status di media sosial mengenai beratnya tugas menjadi seorang istri dan ibu. Kurang lebih seperti ini isinya :  Menjadi istri dan ibu adalah sebuah pilihan dan anugerah. Betapa tanggungjawab yang sangat besar harus diemban. Lalu kita bertanya, sejak kapan mestinya kita mempersiapkan itu? Tentu saja sejak memilih calon suami dan ayah untuk anak-anak kita. Nanti kalau terlalu pemilih nggak ada yang mendekat? Hahaha, kenapa mesti risau kalau kita tetap yakin, berdoa, dan berusaha menuju ke sana? InsyaAllah akan sampai kok. Nyatanya kan, rumahtangga adalah organisasi terkecil namun juga terbesar dalam membentuk peradaban. Oleh sebab itu ilmu sabar dan semangat untuk senantiasa belajar hingga akhir hayat haruslah menjadi bekal paling dasar. Kenapa juga mengambil ikon sepeda? Hidup kan seperti itu, sering di atas tak jarang di bawah. Kuncinya ya terus saja mengayuh sampai pemberhentian terakhir, yaitu saat kita bisa melihat Allah d...

Kontemplasi Al Faqir Eps. 1

Serius Suatu hari aku berbicara dengan temanku di media sosial. Kita yang sama-sama suka menulis akhirnya agak nyambung ngobrolnya.  "kamu biasanya nulis tentang apa?" "cerpen cinta, filosofi, psikologi, dan self development." "Whattttt???? kamu tu juga suka tema cinta-cintaan?" "hahahaha, kenapa semua orang ngomong gitu sih. Memangnya selama ini, aku tercitrakan "serius"?" "hahaha, iya. Kamu itu terlihat serius, tidak terlihat dan tidak mungkin menjadi bucin-bucin alay kayak gitu." Dalam hati aku tersenyum kecut. Apa memang aku orangnya seserius itu ya sampai semua orang menyimpulkan hal yang sama, haha. Padahal selama ini aku sudah jadi orang yang jayus dan suka bercanda.  Tapi mengilhami percakapan itu, aku jadi teringat beberapa kisah yang memang menggambarkan bagaimana seriusnya diri yang fana ini. cerita pertama berawal ketika ada salah satu senior di tempatku menimba ilmu ingin belajar mengaji padaku. beliau sudah serin...