Sepucuk Rindu untuk Bapak
Klaten, 27 Desember 2017
Ketika aku sedang terbang mencari tujuan
Sayapku yang satu patah
Rasanya ngilu ketika aku terbang hanya dengan satu sayap
Rasanya ingin tinggal di sarang saja
Dan melupakan kehidupan yang masih panjang ini
Tapi ada satu sayap yang harus kubawa terbang tinggi
Menyusuri luasnya langit
Ah...
Mataku tak kuat untuk tak ikut campur
Dia melelehkan air bening dari pelupuk mata
puisi ini dibuat ketika Bapak kembali ke haribaanNya, meninggalkan beribu luka dan kenangan, yang tentunya tak akan pernah terganti sampai kapanpun.
Comments
Post a Comment