Kontemplasi Al Faqir Eps. 1

Serius

Suatu hari aku berbicara dengan temanku di media sosial. Kita yang sama-sama suka menulis akhirnya agak nyambung ngobrolnya. 

"kamu biasanya nulis tentang apa?"

"cerpen cinta, filosofi, psikologi, dan self development."

"Whattttt???? kamu tu juga suka tema cinta-cintaan?"

"hahahaha, kenapa semua orang ngomong gitu sih. Memangnya selama ini, aku tercitrakan "serius"?"

"hahaha, iya. Kamu itu terlihat serius, tidak terlihat dan tidak mungkin menjadi bucin-bucin alay kayak gitu."

Dalam hati aku tersenyum kecut. Apa memang aku orangnya seserius itu ya sampai semua orang menyimpulkan hal yang sama, haha. Padahal selama ini aku sudah jadi orang yang jayus dan suka bercanda. 

Tapi mengilhami percakapan itu, aku jadi teringat beberapa kisah yang memang menggambarkan bagaimana seriusnya diri yang fana ini.

cerita pertama berawal ketika ada salah satu senior di tempatku menimba ilmu ingin belajar mengaji padaku. beliau sudah sering mendengar aku mengaji. Namun beliau diberi tahu oleh salah seorang senior, untuk melancarkan bacaan dulu sebelum belajar mengaji denganku. Sampai suatu hari, ketika beliau sudah cukup lancar mengaji, beliau memintaku untuk mengajarinya. Okelah aku iyakan. Kalau biasanya yang mengaji akan disimak dan dibetulkan ketika salah, kubuat sistem yang menurutku lebih oke yaitu kita bergantian dalam mengaji. Dan aku akan membenarkan ketika beliau salah. Cuma karena selama ini aku orangnya detil dan ketika melakukan sesuatu itu harus totalitas, maka ya mau nggak mau beliau aku benarkan sampai benar-benar betul. dan ternyata itu adalah pertama dan terakhir kalinya beliau belajar ngaji padaku. Hehe, sebenarnya agak kurang bijak sih karena aku memaksakan seseorang belajar dengan sangat keras. Tapi ya gimana, kita kan belajar kebenaran dan akan senantiasa berbuat dan berkata benar. Kalau ada yang tidak sesuai itu, ya mengganggu aja hehe. Belajar memang sesusah itu, apapun bidang ilmunya. So, pesen buat diri sendiri adalah ayo semangat! Belajar memang sesakit itu, tapi yakinlah bahwa dengan ilmu, semua akan baik-baik saja.

Dari dirimu sendiri di tahun 2022 saat di Potchefstroom.


Comments

Popular posts from this blog

Perjalanan Beasiswa VLIR-UOS

Kembali