Kembali

 Ghent, 23 Agustus 2022


Hari ini alhamdulillah sudah kembali ke Ghent setelah selama 6 bulan bersemedi dengan sangat khusuk di Afrika Selatan. Tanpa manusia dari belahan manapun sehingga bisa mengisi energi dengan sangat penuh. Dan sangat tercermin dari wajah yang sangat berbinar saking bahagianya. 

Biasanya aku memulai cerita dengan alur maju, jadi dari masa lalu dan pelan-pelan menuju ke arah masa depan. Tapi ternyata hal tersebut membutuhkan waktu, energi, dan memori untuk digali dibandingkan menceritakan apa yang sedang terjadi saat ini. Karenya, hari ini aku hanya akan menceritakan apa yang terjadi hari ini. Jika tidak terlalu panjang, akan kusambung dengan hari terakhirku di SA.

Sebenarnya ingin menceritakan dari peristiwa hari ini dimana aku sudah menginjakkan kaki kembali di benua biru. Tapi kurang lengkap jika tidak menceritakan apa yang terjadi kemarin, karena pesawatku took off last night. Oke kita agak mundur dikit ke hari kemarin dimana kemarin adalah hari tersedih dalam masa-masa tinggal di Afrika Selatan. Kenapa? Ya karena meninggalkan singgasana yang sangat nyaman saat ditempati. Beneran tidak diganggu manusia dan memang itu yang dibutuhkan olehku untuk berfungsi secara optimal, perlu banyak waktu sendiri.

Well, kemarin selesai packing sekitar jam 11 pagi, kemudian aku bertanya pada Leonie apakah dia ada waktu, dengan sigap dia segera membalas pesanku dengan mengatakan "iya, aku ada waktu. Ini sedang di kebun. Gerhard juga akan datang jam 11.30. Ternyata saat aku tiba di lab, mobil G tiba-tiba saja juga ikutan muncul haha. Akhirnya aku segera turun dari mobil hasil pesan di bolt dan menghampiri Leonie. Aku memberinya satu sachet matcha, minuman favoritku, dan sepucuk kartu pos. Leonie ini tipe-tipe orang yang sangat suka bercerita. Di awal pertemuan, aku suangaaaat lelah mendengarkan ceritanya yang sangat panjang dan tak berhenti-henti. Tapi entah kenapa lambat laun, aku mulai menikmati ceritanya dan membiarkan telinga ini mendengarkan keluh-kesahnya. 

Comments

Popular posts from this blog

Perjalanan Beasiswa VLIR-UOS

Kontemplasi Al Faqir Eps. 1