Baik tapi tidak sefrekuensi
Ketika pulang ke Indonesia, saya menghubungi beberapa teman untuk bertemu. Ada yang sudah terlaksana, ada yang belum. Karena sebuah pertemuan adalah sesuatu yang sulit bagi saya (maafkan saya jika sering membatalkan pertemuan di last minute ππ»).
Saya membatasi komunikasi dengan orang-orang yang disinyalir menjadi orang toxic dalam kehidupan saya. Tapi saya kembali merenung, apa iya mereka toxic? Mereka sebenarnya baik juga kok, hanya agak tidak nyambung saja ketika ngobrol. Nah! Itu dia. Ketidaknyambungan inilah yang menjadikan orang memberikan respon yang berbeda. Orang bingung bagaimana harus bersikap.
Misalnya ketika saya bertemu teman, saya kira dia akan menjadi pendengar yang baik, ternyata malah bertanya pada saya "perempuan dan laki-laki itu biasa ya tinggal bersama di sana meskipun belum menikah", dan itu ditanyakan sampai 3x. Lalu yang bersangkutan bercerita panjang lebar tentang apa yang dia ketahui. Saya dalam hati membatin, lahhh pegimana sih ini. Akhirnya saya memberikan respon juga "saya orangnya membosankan untuk diajak ngobrol" (kayaknya sebanyak tiga kali juga). Pas sudah saatnya pulang, saya memilih split bill, yang bersangkutan kaget lagi. Sebenarnya saya ingin bertanya, loe tu ketemuan sama gw jadi apa yg pengen loe ketahui πππ. Ada-ada saja orang ini. Baik tapi tidak sefrekuensi, susah nyambung.
Cerita yang lain ketika ada teman tahu cerita saya tidak lancar-lancar saja di luar, masih bisa mengatakan saya sombong, memberikan perhatian tapi saat ngobrol sama sekali tidak ada empatinya. Ketika saya memberikan sebuah fakta, saya dituduh berbohong hanya karena dia menyaksikan peristiwa yang dia yakini kebenarannya. Gw yang what the hell banget dong ya. Loe tu sebenarnya temenan sama gw niatnya buat apa sih? Nggak ngerti gw.
Kisah yang lain juga terjadi pada saya yang mencoba untuk get along dengan orang. Mau sengotot apapun saya agar satu frekuensi, kalau namanya udah beda visi misi ya tetap akan beda mindset, gaya, dan pandangan hidupnya. Di situ saya merasa, jangan-jangan gw dianggap toxic juga sama orang π.
Pertemanan yang sehat itu tentang saling. Ketika tidak terjadi, biasanya tidak berjalan lama. Kalaupun lama, biasanya ada salah satu pihak yang terus menerus menindas (tanpa sadar) atau terus menerus bersabar dan mengalah.
Dahlah, sekian dulu cerita hari ini. Semoga ada cerita lainnya yang bisa dibagi π€
Comments
Post a Comment